Tragedi Kekerasan di Jepara: Remaja Dikeroyok Empat Orang Hingga Meregang Nyawa
Kabupaten Jepara digegerkan oleh insiden kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja. Seorang pelajar dilaporkan tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang pelaku. Peristiwa tragis yang menyebabkan remaja dikeroyok hingga meninggal dunia ini terjadi di kawasan Pantai Bandengan, Jepara, pada hari Minggu malam, 20 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata kepada pihak kepolisian, korban yang diketahui bernama Aldi Pratama (16 tahun), siswa salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jepara, sedang berkumpul dengan beberapa temannya di sekitar area pantai. Tiba-tiba, sekelompok empat orang pemuda datang dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban. Diduga, pengeroyokan ini dipicu oleh masalah perselisihan antar kelompok remaja.
Akibat remaja dikeroyok secara brutal tersebut, korban mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara oleh teman-temannya dan warga sekitar, nyawa Aldi Pratama tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin dini hari, 21 April 2025.
Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho SIK, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Jepara pada Senin siang, 21 April 2025, membenarkan adanya insiden remaja dikeroyok hingga tewas tersebut. “Kami telah menerima laporan terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang remaja. Tim Reserse Kriminal Polres Jepara telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian,” ungkap AKBP Wahyu Nugroho.
Lebih lanjut, AKBP Wahyu Nugroho menjelaskan bahwa keempat terduga pelaku yang berhasil diamankan berinisial AR (17 tahun), BS (16 tahun), CP (17 tahun), dan DR (18 tahun). Semuanya merupakan warga Jepara. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif pasti dari pengeroyokan remaja dikeroyok ini dan tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain. Barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan juga berhasil diamankan.
Kapolres Jepara menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tragis ini dan mengimbau kepada seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan siswa. Pihaknya juga menegaskan akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Insiden remaja dikeroyok ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi perhatian serius bagi masyarakat Jepara terkait maraknya kekerasan di kalangan remaja.