Frustrasi! Warga Desa Lewopao di Sumba Timur Tutup Akses Jalan dengan Tanam Pisang dan Jagung
SUMBA TIMUR, NTT – Aksi protes unik dilakukan oleh warga Desa Lewopao, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki selama 25 tahun. Mereka menutup akses jalan utama desa dengan cara menanami pohon pisang dan jagung di tengah badan jalan. Tindakan ini sontak membuat arus lalu lintas terhambat dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Aksi penanaman pohon di tengah jalan ini bukanlah tanpa alasan. Warga Desa Lewopao telah lama mengeluhkan kondisi jalan penghubung antar desa yang rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Jalan yang dipenuhi lubang menganga dan berlumpur ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga, mulai dari akses ke sekolah, pasar, hingga pengangkutan hasil bumi pertanian dan peternakan.
Berbagai upaya telah dilakukan warga selama bertahun-tahun, mulai dari menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa hingga tingkat kabupaten. Namun, aspirasi mereka tampaknya belum mendapatkan respons yang memadai. Merasa frustrasi dan tidak ada tindakan nyata dari pihak terkait setelah dua setengah dekade, warga akhirnya mengambil inisiatif sendiri dengan cara yang cukup ekstrem, yaitu menutup akses jalan dengan tanaman.
Pohon pisang dan jagung yang ditanam di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan dan harapan agar pemerintah segera bertindak. Warga berharap, dengan aksi penutupan jalan ini, pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi jalan yang memprihatinkan dan segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan yang telah lama mereka nantikan.
Akibat penutupan jalan ini, aktivitas transportasi di Desa Lewopao menjadi lumpuh. Warga yang hendak bepergian terpaksa mencari jalur alternatif yang kondisinya juga tidak jauh berbeda, bahkan memakan waktu lebih lama. Kondisi ini tentu menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat, terutama bagi petani dan peternak yang kesulitan mengangkut hasil panen.
Meskipun demikian, sebagian besar warga mendukung aksi protes ini sebagai bentuk tekanan terakhir kepada pemerintah. Mereka berharap, ketidaknyamanan yang ditimbulkan dapat menjadi perhatian serius dan mempercepat proses perbaikan jalan yang telah lama mereka nantikan selama 25 tahun.
Pihak Pemerintah Kabupaten Sumba Timur diharapkan segera turun tangan dan berdialog dengan warga Desa Lewopao untuk mencari solusi terbaik. Perbaikan infrastruktur jalan yang memadai adalah hak dasar masyarakat dan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian desa.