Ancaman Penyakit Zoonosis: Ribuan Ternak di Jawa Tengah Divaksinasi PMK
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat untuk menanggulangi ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali menyerang populasi ternak. Ribuan ternak di berbagai kabupaten kini divaksinasi secara massal, sebuah upaya proaktif untuk mencegah penyebaran wabah yang berpotensi merugikan peternak dan mengganggu pasokan pangan. Aksi ini menjadi bagian dari strategi nasional yang lebih luas untuk melindungi sektor peternakan dari berbagai penyakit zoonosis, yang juga dapat mengancam kesehatan manusia.
Vaksinasi massal ini dimulai pada Senin, 20 Oktober 2025, yang dipusatkan di beberapa sentra peternakan di Kabupaten Boyolali dan Klaten. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Drh. Agus Setiawan, program ini menargetkan 15.000 ekor sapi, kerbau, dan kambing di 15 kecamatan. “Kami mengerahkan puluhan tim medis veteriner untuk mempercepat proses ini. Vaksinasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah ancaman penyakit ini menyebar luas,” ujar Agus dalam wawancara di lokasi vaksinasi. Ia menambahkan bahwa program ini akan terus diperluas ke kabupaten lain yang teridentifikasi berisiko tinggi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian dan TNI untuk memastikan kelancaran dan keamanan program vaksinasi. Kompol Budi Santoso, perwakilan dari Polda Jawa Tengah, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel untuk mengawal tim medis dan memastikan tidak ada hambatan selama distribusi vaksin. “Kami mendukung penuh upaya ini. Menjaga kesehatan ternak juga berarti menjaga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” kata Kompol Budi pada 22 Oktober 2025. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai instansi dalam menghadapi ancaman penyakit yang kompleks.
Selain vaksinasi, pemerintah juga mengampanyekan pentingnya biosekuriti bagi para peternak. Mereka didorong untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, dan melaporkan setiap gejala penyakit pada hewan ternak mereka. Program edukasi ini dilakukan secara rutin oleh petugas penyuluh di setiap desa, mengingatkan para peternak untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit yang mungkin muncul dari luar.
Dengan segala upaya yang terencana dan terkoordinasi, pemerintah berharap dapat mengendalikan penyebaran PMK dan melindungi sektor peternakan di Jawa Tengah. Langkah-langkah ini tidak hanya relevan untuk mengatasi masalah saat ini, tetapi juga untuk membangun fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi wabah serupa di masa depan. Upaya ini adalah investasi penting untuk memastikan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.