Tragis di Jepara: Dua Remaja Pembuang Bayi ke Sumur Berhasil Diamankan Petugas
Kasus penemuan bayi di dalam sumur di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang. Setelah melakukan penyelidikan intensif, Satuan Reserse Kriminal Polres Jepara berhasil mengamankan dua orang remaja yang diduga kuat sebagai pelaku pembuang bayi tersebut. Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Jepara pada Selasa malam, 22 April 2025.
Kedua remaja yang berhasil diamankan petugas dan diduga sebagai pembuang bayi tersebut diketahui berinisial AR (17 tahun), seorang pelajar SMA, dan kekasihnya, SN (16 tahun), yang juga masih berstatus pelajar. Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan informasi dan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan oleh tim penyidik setelah penemuan jasad bayi malang tersebut pada hari Minggu, 20 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jepara pada Rabu pagi, 23 April 2025, membenarkan penangkapan kedua pelaku pembuang bayi tersebut. “Kami telah berhasil mengamankan dua orang remaja yang diduga kuat sebagai pelaku pembuangan bayi yang ditemukan di dalam sumur beberapa hari yang lalu. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim kami berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi,” ujar AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku mengakui perbuatan mereka. Motif pembuang bayi ini diduga kuat karena panik dan malu akibat hubungan di luar nikah yang menghasilkan bayi tersebut. Mereka kemudian nekat membuang bayi yang baru dilahirkan itu ke dalam sumur dengan harapan perbuatan mereka tidak diketahui.
Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jepara untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga akan melibatkan pihak terkait seperti psikolog anak mengingat status pelaku yang masih di bawah umur. AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tragis ini dan mengimbau kepada para remaja untuk lebih bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Kasus pembuang bayi ini menjadi perhatian serius masyarakat Jepara dan diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak mengenai pentingnya pendidikan seks dan dukungan bagi remaja yang menghadapi masalah serupa.