Tanggul Jebol Sungai Wulan Sebabkan Banjir di Jalur Pantura Jepara
Tanggul jebol di Sungai Wulan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengakibatkan banjir yang melumpuhkan jalur Pantai Utara (Pantura). Peristiwa ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas warga terganggu di sejumlah wilayah. Tim gabungan dari berbagai instansi bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat dan berupaya mengatasi dampak dari tanggul jebol tersebut. Berikut laporan lengkap mengenai situasi terkini dan upaya penanggulangan banjir akibat tanggul jebol.
Bencana jebolnya tanggul ini terjadi pada hari Jumat, 25 April 2025, sekitar pukul 03.00 WIB. Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Sungai Wulan meningkat drastis dan melampaui kapasitas tanggul. Akibatnya, tanggul sungai yang berada di Desa Ketapang, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, tidak mampu menahan tekanan air dan jebol sepanjang kurang lebih 20 meter. Air sungai dengan deras meluap dan membanjiri area persawahan, permukiman warga, hingga meluber ke jalur Pantura yang melintasi wilayah tersebut.
Akibat jebolnya tanggul ini, jalur Pantura Jepara-Kudus di sekitar Kecamatan Welahan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah lumpuh total. Ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk besar, terjebak macet hingga beberapa kilometer. Para pengemudi dan penumpang terpaksa menunggu di tengah genangan air, menyebabkan aktivitas warga terganggu secara signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki keperluan mendesak.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, dibantu oleh personel dari Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara, segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim SAR juga diterjunkan untuk membantu evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Menurut keterangan Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Bapak Arwin Galih, S.Sos., M.Si., yang memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada pukul 08.00 WIB, pihaknya telah mendirikan posko pengungsian sementara di beberapa titik aman untuk menampung warga terdampak banjir.
Upaya perbaikan tanggul jebol juga menjadi prioritas utama. Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk segera melakukan penanganan darurat pada tanggul yang jebol. Material seperti karung berisi pasir dan batu dikerahkan untuk menutup sementara bagian tanggul yang jebol agar air tidak semakin meluas. Sementara itu, Satlantas Polres Jepara melakukan pengalihan arus lalu lintas melalui jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalur Pantura. Namun, kepadatan kendaraan di jalur alternatif juga tidak terhindarkan. Diperkirakan, penanganan tanggul jebol ini akan memakan waktu beberapa hari, dan masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Bantuan logistik dan kesehatan juga mulai disalurkan kepada warga terdampak banjir.