Siswa Demak Linglung Usai Konsumsi Kecubung di Hutan Somosari, Masyarakat Diminta Waspada
Demak, Jawa Tengah – Tiga siswa SMP asal Kabupaten Demak ditemukan dalam kondisi linglung di Hutan Somosari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Diduga kuat, mereka mengalami kondisi tersebut setelah konsumsi kecubung. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama orang tua, mengenai penyalahgunaan tanaman kecubung di kalangan remaja.
Kejadian bermula ketika warga menemukan dua unit sepeda motor, jas hujan, tas sekolah, seragam sekolah, dan ponsel di sekitar warung Hutan Somosari pada Kamis (12/12/2024) malam. Temuan tersebut membuat warga curiga dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, PMI, Perhutani, ormas, TNI, Polri, dan masyarakat kemudian melakukan pencarian di sekitar hutan. Sekitar pukul 21.30 WIB, salah satu siswa, berinisial SA, ditemukan di jalan setapak dalam kondisi linglung dan hanya mengenakan celana dalam.
“Sebelum menuju Jepara, rombongan mengonsumsi minuman buah kecubung, sehingga sulit dimintai keterangan,” ujar Sri Raharjo, salah satu petugas yang terlibat dalam pencarian.
Pencarian dilanjutkan pada Jumat dini hari dan pagi hari. Dua siswa lainnya, berinisial MA dan I, ditemukan dalam kondisi linglung di lokasi yang berbeda. Ketiganya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Bahaya Konsumsi Kecubung
Kecubung adalah tanaman yang mengandung zat halusinogen. Konsumsi kecubung dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti linglung, halusinasi, mual, muntah, dan bahkan kematian. Efek samping ini dapat bervariasi tergantung pada jumlah kecubung yang dikonsumsi dan kondisi kesehatan individu.
“Kecubung mengandung zat halusinogen yang sangat berbahaya. Konsumsi kecubung dapat menyebabkan efek samping yang serius, bahkan kematian,” ujar dr. Ani, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jepara.
Himbauan Kepada Masyarakat
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan tanaman kecubung di kalangan remaja. Orang tua diimbau untuk mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan memberikan edukasi mengenai bahaya konsumsi kecubung.
“Kami mengimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan memberikan edukasi mengenai bahaya konsumsi kecubung,” ujar AKP Wahyu, seorang petugas kepolisian dari Polres Jepara.
Pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli di sekitar Hutan Somosari untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar hutan.