Kondisi Terkini: Banjir di Jepara Masih Merendam Wilayah Desa Bulu
Bencana banjir di Jepara hingga hari ini masih menjadi perhatian serius, terutama bagi warga Desa Bulu. Setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan dengan intensitas tinggi, air masih menggenangi pemukiman dan infrastruktur di wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terhambat dan menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari kesulitan transportasi hingga potensi masalah kesehatan.
Berdasarkan pantauan tim relawan dan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara pada Minggu pagi, 27 April 2025, ketinggian air banjir di Jepara di beberapa titik di Desa Bulu masih berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter. Meskipun intensitas hujan sudah mulai menurun sejak Sabtu malam, namun air belum sepenuhnya surut akibat drainase yang kurang optimal dan luapan air dari sungai di sekitar desa.
Kepala Desa Bulu, Bapak Slamet Riyadi, dalam keterangannya kepada tim media di lokasi banjir di Jepara, menyampaikan bahwa sekitar 200 kepala keluarga masih terdampak banjir. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak. Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan memantau kondisi kesehatan mereka,” ujarnya pada Minggu siang.
Tim kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Jepara juga telah diterjunkan ke Desa Bulu sejak Sabtu, 26 April 2025, untuk memberikan pelayanan kesehatan dan mengantisipasi potensi penyebaran penyakit pasca banjir di Jepara, seperti diare dan infeksi kulit. Petugas kesehatan, yang dikoordinasi oleh Dr. Anita Sari, melakukan pemeriksaan kesehatan secara door-to-door dan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri selama masa banjir.
Selain itu, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara juga sedang melakukan kajian cepat untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir di Jepara yang melanda Desa Bulu. Dugaan sementara adalah kombinasi antara curah hujan tinggi dan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air secara maksimal. Rencana jangka pendek adalah melakukan penyedotan air menggunakan pompa, sementara rencana jangka panjang akan meliputi perbaikan dan peningkatan infrastruktur drainase di wilayah tersebut.
Pihak kepolisian Sektor Jepara Kota juga turut memantau situasi keamanan dan ketertiban di wilayah banjir di Jepara, khususnya di Desa Bulu. Kapolsek Jepara Kota, AKP Subagyo, S.H., mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi perkembangan situasi yang mengkhawatirkan. Pihaknya juga memastikan bahwa bantuan logistik dapat tersalurkan dengan aman dan tertib kepada warga yang membutuhkan. Upaya penanganan banjir di Jepara di Desa Bulu masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Diharapkan air segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas normal.